Sekilas Mengenai Plato dan Filsafat Cinta

FILSAFAT cINTA

Eros, Philia, & Agape

“Plato merupakan seorang filsuf yang pemikiran-pemikirannya mudah membaur dalam pemahaman-pemahaman agama.”
Oleh: A. Naynava s. Banu
Sanad Keilmuan
Platonisme
→ Neo Platonisme
→ Filsafat Iluminati
Karya Referensi: 
Phaedrus, Simposium, & The Republic
Plato merupakan seorang filsuf barat yang dapat dikatakan pemikiran-pemikirannya mudah membaur dalam pemahaman-pemahaman agama. Oleh karenanya pemikiran-pemikirannya Plato dilanjutkan oleh orang-orang dari tradisi Helenisme Romawi yang kemudian disebut sebagai neo platonisme dengan tokohnya bernama Plotinus.

Kemudian gaya berfikir neo platonisme ini diserap oleh tradisi mistik timur, Misalnya oleh Suhrawardi al-Maqtul dari tradisi iluminati. Dari sanad keilmuannya, maka Platonisme dapat ditarik garis pemikiran yang diawali dengan Platonisme, neo platonisme, hingga filsafat iluminati.

Cinta berasal dari bahasa sansekerta yang berarti pertimbangan pemikiran. Dalam bahasa sansekerta, terdapat sebuah istilah yang disebut dengan cinta para, yang berarti orang yang hanyut dalam pikiran, atau orang yang terpesona oleh pemikiran. Berbeda dengan sastrawan asal Indonesia bernama Remy Sylado. Ia mengatakan bahwa cinta merupakan bahasa yang berasal dari Spanyol dan dibawa oleh orang-orang Portugis ke Indonesia. Menurut Sylado, Cinta berarti tali. Putus cinta, dapat berarti putusnya tali pengikat.

Menurut Plato, Cinta pada dasarnya terbagi kedalam tiga jenis: 
1. Cinta Jasmaniyah (Eros / Kama / Amor) Dalam islam disebut dengan mawaddah. cinta ini berhubungan dengan fisik, seksualitas, keinginan untuk memiliki dan mencari suatu objek keindahan ataupun kebaikan demi kesenangan dan kepuasan.
2. Cinta Persahabatan (Philia / Sneha / Delictio) Cinta ini tidak berhubungan dengan seksualitas, namun berkenaan dengan kasih. Perasaan yang ditujukan pada semua manusia tanpa syarat dan pengecualian, didorong oleh rasa tulusnya hati semata-mata demi kebahagiaan orang lain.
3. Cinta Ketuhanan (Agape / Prema / Caritas) Merupakan manifestasi dari adanya karunia Tuhan dan CintaNya kepada manusia, sehingga kemudian manusia meniru cinta tersebut dengan cara mencintai seluruh ciptaan Tuhan. Dalam bahasa Arab disebut dengan Rahman.
Dari ketiga kategori cinta tersebut di atas, maka ketika ada seseorang menyatakan cintanya kepadamu, tegaskanlah padanya, cinta seperti apa yang dia maksudkan. Dalam Islam, cinta yang bersifat jasmaniyah disebut dengan mawaddah, kemudian naik lagi levelnya ke mahabbah, dan kemudian menjadi rohmah. Pada tingkatan ini maka rumah tangga menjadi langgeng.

Plato membahas mengenai cinta dalam tiga karyanya yang berjudul Phaedrus, Simposium, dan The Republic.



• Filsapedia •

Subscribe untuk mendapatkan update terbaru dari kami:

0 Response to "Sekilas Mengenai Plato dan Filsafat Cinta"

Posting Komentar